REVIEW NOVEL "BUMI MANUSIA" UNTUK UAS MATA KULIAH BAHASA INDONESIA. SEMESTER 1


Novel "Ronggeng Dukuh Paruk" mengisahkan perjalanan seorang wanita bernama Srintil, yang menjalani kehidupan di Dukuh Paruk, sebuah desa kecil yang terdiri dari 23 rumah dan dihuni oleh keturunan warga pendiri desa. Cerita ini memperlihatkan tata ruang desa, adat istiadat, tradisi, serta perasaan rindu kepada leluhur yang tercermin melalui perayaan rutin, tradisi, dan pengorbanan pada hari-hari tertentu.


Dukuh Paruk terkenal dengan keahliannya dalam seni ronggeng, meskipun pertunjukan ronggeng sudah tidak dilakukan sejak satu dekade yang lalu. Suatu perubahan besar terjadi ketika Srintil, seorang gadis muda, dianggap memiliki bakat alami sebagai seorang ronggeng setelah diyakini mengalami penyalahgunaan jiwa. Sakarya, nenek Srintil, memperhatikan bahwa meskipun masih anak-anak, Srintil memiliki kemampuan menari dan bergerak layaknya seorang ronggeng berpengalaman.


Ketika perasaan cinta tumbuh di antara Srintil dan Rasus, teman sejak kecil yang diam-diam mencintainya, mereka menyadari bahwa menjadi seorang ronggeng melibatkan pengorbanan besar, dan hanya melalui ritual tersebutlah Srintil dapat mengungkapkan kecintaannya pada tanah kelahirannya.